V.B.L Tidak Hadir Diskusi Pabrik Semen di Manggarai, AMMARA Walk Out dari forum
Cari Berita

Advertisement

V.B.L Tidak Hadir Diskusi Pabrik Semen di Manggarai, AMMARA Walk Out dari forum

Thursday, July 9, 2020

Kegiatan diskusi ultras victor.
Foto : Istimewa





INDIKATORNTT.COM Kota Kupang. Ultras Victori sebagai lokomotif sekali gus menjawab problem dari keresahan masyarakat pada kasus yang lagi ramai diperbincangan, Polemik pabrik semen dan tambang batu gamping di luwuk- Lengko lolok seolah sebagai probelem yang membatu beberapa bulan ini.

Namun kelihatannya inisiatif dari Ultras Victori sepertinya menambah problem baru, kendati ketidak hadirnya beberapa aktor yang seharusnya juga turut hadir dalam agenda diskursus.


Dari beberapa delegasi Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya Ammara Kupang, juga turut serta dalam diskusi yang dicanangkan oleh Ultras Victori di hotel Aston 

Koordinator Umum Adeodatus Syukur kepada media indikatorntt.com mengatakan, Ammara tentunya mengapresiasi kepada ultras Victory yang menginisiasi adanya diskusi terkait polemik Pabrik semen dan Tambang batu gamping di Luwuk- Lengko lolok Desa Satar Punda Kecamatan Lamba Leda kabupaten Manggarai Timur

Tentunya diskusi ini bagian dari pada Negara yang menjunjung Tinggi nilai Demokrasi tutur Deo
Ketika ditanya mengapa Ammara Walk out dari diskusi ini padahal diskusi ini  bisa saling adu data10 juli/10/06/2020 

Kami menyayangkan ketidak hadirnya Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam diskusi bawasanya beliau (Gubernur) merupakan aktor penting dalam kehadiran pabrik semen dan tambang batu gamping di Matim dimana Pa Gubernur yg punya kewenangan dalam menerbitkan Ijin

Lanjud Deo, "Tim dari Perusahaan serta Tim ahli Geologi Indonesi mestinya juga harus hadir"

Karena mereka harus mampu menjelaskan ke publik terkait dampak, baik positif maupun Negatif dari kehadiran Tambang dan pabrik semen

Lalu kemudian bagi kami ruang diskursus ini agak tidak relevan bawasanya IUP Eksplorasinya sudah di keluarkan, selama IUP Eksplorasi ini belum keluar mestinya, pembahasan awal harus terbuka ke publik.
Tutup Kordum Deo pada pewarta


Pewarta : Nur.Fahrin
Editor    : C.Flobamorinci