Alor dan Potensi Internasional
Cari Berita

Advertisement

Alor dan Potensi Internasional

Monday, June 29, 2020

Foto Penulis (Damanhury Jab)

Hak atas pembangunan adalah hak yang tidak dapat dicabut (an inaliable right) dengan dasar setiap individu dan seluruh manusia memiliki hak untuk berpartisipasi, berkontribusi, dan menikmati pembangunan ekonomi, sosial, budaya dan politik. (Deklarasi Hak Atas Pembangunan 1986)

(Dimuat di Koran Mingguan Warta Alor)

Komitmen ini pernah menjadi katalisator dan perwujudkan komitmen pemerintah pada periode pemerintahan Joko Widodo pada periode sebelumnya dengan mengedepankan tiga aspek kehidupan berbangsa dan bernegara diatas, yaitu berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Air mata masih mengalir dalam senyap, suara teriak dan tangis mendayu di wilayah Barat Laut dan Barat Daya Alor menunggu kepastian pembangunan pemerintahan  pada periode masa jabatan Presiden Joko Widodo yang ke - 2.

Kedaulatan Politik di Alor

Alor dari sisi kedaulatan perpolitikan sangat menjunjung tinggi nilai demokrasi sebagimana yang tertuang dalam Deklarasi Hak Atas Pembangunan 1986. Keberadaan partai politik kendatipun belum secara utuh menjawab kegelisahan dan keresahan masyarakat namum edukasi politik dan proses Implementasi sistem Demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masih berjalan sesui dengan prosedur kenegaraan.

Misalnya pemilihan umum kepala Daerah serta pemilihan umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah masih dikatakan kondusif meskipun beberapa waktu lalu sempat ada gejolak pasca kontestasi politik Daerah. Transparansi dan keterbukaan akses informasi birokrasi-pun bisa dikatakan menduduki predikat Baik sebab peranan awak media dalam memenuhi kebutuhan Informasi publik terus di tingkatkan.

Hal ini menandakan bahwa Kedaulatan Politik dalam ruang lingkup regional hampir terpenuhi yang dipersenkan sudah sekitar 85% di Kabupaten ini.

Kedaulatan Ekonomi, Sosial dan Budaya di Alor

Mencoba mengintip sepak terjang perekonomian di Kabupaten Alor serta potensi - potensi ekonomi yang ada di Kabupaten Alor. Alor laksana penggalan surga bagi para penggila sunset dan sunrise, penggila diving, negeri aneka Budaya hingga layak juga dicanangkan predikat predikat utama untuk objek terbaik bagi para pemburu komoditas pertanian. Lebih spesifik lagi dapat dikatakan bahwa Alor adalah rumah 1001 Potensi Ekonomi.

Dari sisi Wisata Alam Pantai Sebanjar, Pulau Kepa, Pantai Mali, Pantai Ling Al hingga Pantai Didi serta spot diving di selat pantar merupakan destinasi favorit bagi pecinta wisata pantai. Didasar laut tumbuh dan bermekaran biota hingga fauna yang kerapkali memanjakan seakan mengucapkan selamat datang di Syurga Bawah Laut kepada siapapun yang melakukan aktivitas diving disini. Maka jangan kaget jika Istri Mantan Kapolri Bu Tiro Karnavian yang saat ini Mendagri saja pernah terkagum akan keindahan bawah laut Kabupaten Alor.

Dari aspek wisata Budaya di Kabupaten Alor-pun tidak kalah menarik. Bayangkan saja satu kabupaten yang didalamnya terdapat 14 rumpun bahasa berbaur dengan segala keistimewaan budayanya. Hampir setiap perkampungan di Alor memiliki bahasa lokalnya masing - masing serta local wisdomnya masing - masing. Maka di tulisan saya yang pernag dimuat di salahsatu portal online pernah saya sebutkan Alor sebagai miniaturnya Indonesia dan layak menjadi objek wisata Internasional.

Selain keindahan Pantai dan kekayaan Budayanya, Alor juga kaya akan komoditas pertanian (Rempah - Rempah) mulai Vanilli hingga Kacang Mente. Bahkan kualitas Vanilli Alor menduduki predikat terbaik dalam skala Internasional itu artinya Alor adalah Pasar Ekonomi yang layak menduduki predikat destinasi ekonomi Internasional jika berbicara tentang rempah - rempah.

Namun, Kondisi kesejahteraan sosial masyarakat di Kabupaten ini tidaklah sebanding dengan potensi ekonomi internasional dan konstalasi politik regionalnya yang aduhai. Pemerataan perlakuan dalam memenuhi amanah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sangat jarang terlihat dan menjadi suguhan yang dianggap wajar - wajar saja. Masih rendahnya kesadaran pendidikan, masih rendahnya minat literasi berdampak pada lemahnya kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten ini.


Solusi Pembenahan Alor

Sebagai salah satu putra Daerah yang dilahirkan dan dibesarkan dalam dekapan kasih pulau penuh kedamaian ini, ada beberapa pokok persoalan yang menurut saya perlu diperbaiki demi kedaulatan ekonomi menuju kesejahteraan sosial agar terimplementasinya Sila Ke - 5 Pancasila yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Solusi dari persoalan ini adalah pemenuhan Infrastuktur jalan raya yang bersentuhan langsung dengan pos ekonomi Internasional harusnya segera dipenuhi oleh pemerintah baik pemerintah provinsi maupun pemerintah Kabupaten. Hal ini Opsi pertama dalam menjawab kesenjangan ekonomi masyarakat. Denyut Nadi pertumbuhan ekonomi masyarakat ada di Infrastrukturnya. Dengan terpenuhnya Infrastruktur jalan raya maka secara perlahan kualitas SDM akan meningkat dan kesejahteraan sosialpun berangsur - angsur terpenuhi.
"Mari Bangun Alor"

Tentang Penulis:
Damanhury Jab
Pendiri PELITA