Musyda DPD IMM NTT Usai: Pekerjaan Rumah yang Harus Dilakukan
Cari Berita

Advertisement

Musyda DPD IMM NTT Usai: Pekerjaan Rumah yang Harus Dilakukan

Monday, November 4, 2019

Foto Penulis : Jailani Tong (Demisioner Pengurus DPP IMM)

Indikatorntt.com - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur telah usai melaksanakan musyarawah daerah IMM NTT ke XIII yang dimulai sejak 1-3 November 2019 di aula universitas Muhammadiyah Kupang.

Acara tersebut dibuka langsung oleh ketua DPP IMM Abdullah S Toda yang juga merupakan ketum DPD IMM NTT 2015-2017.Musyawarah Daerah adalah agenda setiap 2 tahun sekali dalam rangka pergantian ketua umum dan jajaran pengurus DPD IMM NTT.

Ada yang berbeda dengan musyarawah kali ini. Jika musyawarah tahun 2017 yang lalu menggunakan calon formatur 13, baru setelah itu ke 13 formatur tersebut malakukan rapat formatur untuk memilih ketua umum. namun pada musyawah kali ini langsung memilih ketua umum.

Pada musyawarah kali ini, juga turut hadir para alumni IMM NTT, Pimpinan Muhammadiyah, pimpina AUM serta ortom Muhammadiyah dan pimpinan cabang IMM se NTT.

Seperti musyawarah sebelum-sebelumnya semangat dan gairah ber-IMM terpancar dari wajah para musywarin lantaran momen tersebut adalah sebagai silaturahim, konsolidasi dan juga memberikan kritikan yang konstruktif bagi kepemimpinan DPD IMM NTT periode 2017-2019 dan selanjutnya.

Musyrawarah berjalan dengan damai, tenang dan penuh khitmad. Ada pun dinamika yang terjadi dalam musyawarah adalah hal yang biasa selagi tanpa menggunakan kontak fisik.

Pemilihan ketua umum DPD IMM NTT perioder 2019-2021 adalah agenda yang paling utama dan sangat dinantikan oleh seluruh peserta musyawirin. Karena nahkoda baru adalah yang akan membawa kemana arah IMM NTT berjalan. Hanya ada 2 kandidat calon ketua umum yang maju bertarung pada musyda kali ini, yaitu IMMawan Taslim Rupa yang merupakan ketua bidang kader dan IMMawan Majid Laba yang merupakan ketua bidang tabligh dan kajian keislaman dpd imm ntt periode 2017 2019.

Mayoritas musyawirin memilih IMMawan Majid Laba sebagai nahkoda baru DPD IMM NTT 2019-2021. Majid Laba juga merupakan kader dari PIKOM FKIP universitas Muhammadiyah Kupang.

Ada beberapa hal yang mesti dikerjakan Ketua Umum dan jajaran kepengurusan DPD IMM NTT yang baru:

Pertama, Membangun komunukasi dan silaturahim dengan PWM NTT. Dalam rangka menggembirakan dan menyebar luaskan dakwah Muhammadiyah di NTT.
Kedua, Bekerja sama dengan AUM terutama kampus Muhammadiyah Kupang. Ini adalah hal yang penting, biar bisa berkolaborasi demi kemajuan kampus.
Ketiga, Konsolidasi dengan ORTOM tingkat wilayah. Selama ini hanya masi sebatas dengan pemuda wilayah sedangkan ortom lainnya masih kurang.
Keempat, Membangun komunukasi dan konsolidasi dengan FOKAL IMM NTT. FOKAL adalah wadah di mana seluruh alumni imm berkumpul di sana. Hal ini perlu dilakukan agar bisa melakukan diaspora kader, terutama bagi pengurus DPD IMM NTT yang telah purna tugas pun sama bagi mereka yang sudah selesai kuliah namun masih mengabdikan diri di pengurus DPD IMM NTT agar bisa didiasporakan biar dapat bertahan dan menjalankan roda kepemimpinan organisasi. Selama ini banyak pengurus yang memilih balik ke kampung lantaran belum mendapatkan pekerjaan, maka konsolidasi dan komunikasi dengan FOKAL adalah dalam rangka itu.
Kelima, Konsolidasi Internal. Ini juga sangat penting, sebab dinamika musyda yang telah terjadi berefek pada keretakan, maka konsolidasi dalam rangka menyambungkan kembali yang sempat renggang dan meluruskan kembali yang bengkok.
Keenam, Agenda perkaderan. DPD IMM NTT yang baru harus lebih gencar menjalankan perkaderan baik itu DAM dan tidak kalah pentingnya juga adalah latihan instruktur.
Sejauh ini, penulis melihat dan juga ikut merasakan bahwa perkaderan utama seperti DAM sangat jarang dilakukan, baru beberapa tahun ini mulai terlihat, namun sebelumnya sangat jarang. Begitu pun dengan latihan instruktur yang yang nyaris belum perna dilaksanakan oleh IMM di NTT.
Latiahan instruktur adalah perkderan latihan fungsional yang memiliki fungsi yang sangat urgent, karena dalam aturan perkaderan yang berhak menjadi instruktur adalah mereka yang telah mengikuti latihan instruktur. Perkaderan bukan hanya sebatas seremonial belaka, akan tetapi hal yang sangat sakral karena di dalamnya adalah penanaman nilai ideologi Muhammadiyah dan yang sama pentingnya juga adalah perkaderan merupakan transfer moral tidak sebatas ilmu pengerahuan semata.
Ketujuh, Belajar dari musyda yang kemarin, di mana terjadi dinamika karena beberapa faktor, maka ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua, baik itu di komisariat, cabang, dpd dan paling utama adalah ketua umum. Jangan sesekali berfoto dengan IMMawati, bukan tidak boleh, tapi biar tidak menjadi agenda "pembunuhan karakter" dikemudian harinya. Terlebih lagi bagi yang berniat untuk bertarung di musyda berikut-berikutnya.

IMM adalah organisasi yang bernafaskan islam, gerak geriknya berlandaskan Al-Quran dan As Sunnah, maka sudah selayaknya sesama kader harus menjaga aib. Karena di dalam Islam menganjurkan hal yang demikian, jika tidak mau aib kita dibuka oleh Allah.

Selamat atas terpilihnya IMMawan Majid Laba sebagai ketum DPD IMM NTT periode 2019-2021

Penulis: Jailani Tong (JT)
Status   : Demisioner Pengurus DPP IMM
Editor  : Redaksi