Wali Murid Pertanyakan Aliran Dana BOS SMAN 1 Reok
Cari Berita

Advertisement

Wali Murid Pertanyakan Aliran Dana BOS SMAN 1 Reok

Thursday, August 8, 2019

Foto : Kondisi Lantai SMAN 1 Reok

Indikatorntt.com - Wali Murid SMAN 1 Reok akhirnya buka mulut dan mempertanyakan soal transparansi pengelolaan dana BOS. Kamis (8/08/2019)

Sementara itu,  berdasarkan penelusuran melalui informan internal, pihak sekolah juga menyampaikan bahwa semenjak triwulan awal 2019 di sekokah tersebut tidak pernah menggadakan rapat RABS BOS bersama Guru dan Komite, padahal itu seyogiyanya itu harus dilakukan.

Wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya ini kepada pewarta mengatakan bahwa Aliran dana BOS cukup besar tetapi manajemen pengelolaan kurang transparan. "Bukan hanya kurang transparan tapi kegunaannyapun tidak jelas, sebab kami selaku wali murid tidak pernah di libatkan untuk ambil bagian dalam rapat RAPB BOS".

Sambungnya, "Setahu kami dalam juknis BOS ada anggaran rehab. Tapi kenapa ruang kelas yang kami temui kondisinya sangat memprihatinkan, seperti ini? kondisi ruang kelas plafon yang rusak, dinding yang keropos dan rusak, teras yang ancur parah dan berdebu, ketersediaan buku pelajaran maupun buku bacaan yang sangat terbatas dan tidak seduai dengan tuntutan program kurikulum. Hal ini tentu sangat mengganggu aktivitas belajar anak kami. Sebagai orangtua, kami khawatir janga - jangan akan terjadi hal hal yang kita tidak inginkan". Ujarnya.

"Kami sangat mengharapkan anak kami dapat mengikuti proses KBM dengan nyaman dan selamat, selain itu juga di sekolah tersebut dipungut juga uang foto bagi siswa, padahal setahu kami anggaran untuk foto siswa sudah diatur dalam BOS, kami juga mendengar keluhan guru guru terkait 15 % yang dialokasikan dari dana BOS dampak dari peralihan ke Propinsi tak kunjung bayar. Jika hal tersebut menyimpang dari juknis yang telah diatur, lantas kemana aliran dana BOS ? semenjak penyerahan jabatan kepala sekolah dari yang sebelumnya ke Silvester Jeharum (Kepala Sekolah saat ini) pada tahun 2015 kondisi sekolah tidak ada mengalami kemajuan, baik dari segi fasilitas infrastruktur maupun manajemen pengelolaan anggaran Dana BOS", Pungkasnya.

Wali Murid ini berharap kepada Pemerintah Provinsi sekiranya bisa mendengar keluhan mereka dan dapat menindaklanjuti, menurut mereka jika memang di Kabupaten Manggarai stok kepala sekolah yang punya gagasan dan transparan dalam mengelolah manajemen keuagan tidak ada lagi mungkin Kepala Sekolah saat ini masih bisa dipertahankan. Tapi jika masih ada, Wali Murid meminta agar tidak ada alasan untuk mempertimbangkannya lagi. Sebab dari periode pertama menjabat kepala sekolah dan sekarang masuk periode ke 2, SMAN 1 Reo yang ada di daerah mereka makin memprihatinkan.

"Ini keluhan kami pak,kamipun berharap pihak pengawasan terkait, Kejaksaan ataupun KPK bisa mengirim Timnya untuk meninjau langsung keadaan sekolah SMAN1 Reok. Tutur Wali Murid ini diakhir wawancara.
Kondisi Gedung (Doc. Investigator)

Kondisi Dinding dan Plafon Sekolah
Kondisi Plafilon dari depan
 Tonton Video Berikut ini:

Reporter: Jab
Ediot       : Redaksi
Pemred  ; Anas